ASUS Perkuat Layanan Purnajual di Indonesia, Hadirkan Garansi hingga 3 Tahun untuk Laptop Pilihan

EKBISindo.com – ASUS memperkuat strategi bisnisnya di pasar laptop Indonesia dengan mengintegrasikan peningkatan kualitas perangkat, perluasan layanan purnajual, serta pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Strategi tersebut diperkenalkan melalui acara ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026 di Ballroom 1 Hilton Hotel Bandung, Kamis (22/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ASUS menyoroti pentingnya kualitas produk dan layanan konsumen sebagai bagian dari upaya mempertahankan kepercayaan pasar. Perusahaan juga memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi, mulai dari laptop dengan kemampuan AI, perangkat untuk kebutuhan produktivitas, hingga solusi komputasi yang dirancang khusus untuk kreator profesional.

Salah satu perhatian utama dalam acara ini adalah peningkatan perlindungan garansi untuk sejumlah lini laptop ASUS. Perusahaan turut menghadirkan demonstrasi ketahanan perangkat melalui pengujian yang mengacu pada standar militer MIL-STD 810H, sekaligus memperlihatkan kemampuan laptop terbaru dalam menjalankan aplikasi AI dan pengolahan konten digital.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Lintas Instansi, BRI RO Bandung Kolaborasi Bersama DJKN dan BPN Gelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan standar produk dan layanan setelah pembelian.

“Kepercayaan konsumen Indonesia terhadap ASUS selama lebih dari satu dekade terakhir mendorong kami untuk terus memperkuat standar kualitas dan layanan purnajual,” ujar Lenny.

Menurutnya, program No.1 Quality & Service menjadi bagian dari komitmen ASUS untuk menghadirkan perangkat yang mampu menunjang berbagai kebutuhan pengguna, baik untuk pekerjaan profesional, pendidikan, aktivitas sehari-hari, maupun pengembangan konten kreatif.

Baca Juga: Laptop AI ASUS 45+ TOPS Hadirkan Performa Tinggi dan Fitur Premium, Garansi Internasional Hingga 3 Tahun

Tingkatkan Garansi, Perluas Jaringan Layanan

Dalam aspek perlindungan konsumen, ASUS meningkatkan cakupan garansi untuk sejumlah kategori produknya. ASUS ProArt, ASUS Zenbook, ASUS Vivobook S Series, dan ASUS Vivobook Flip kini memperoleh perlindungan hingga tiga tahun Garansi Internasional serta tiga tahun ASUS VIP Perfect Warranty atau Accidental Damage Protection (ADP), sesuai ketentuan program yang berlaku.

Sebelumnya, perlindungan ADP untuk kategori tersebut diberikan selama satu tahun. Peningkatan ini memberikan perlindungan lebih panjang bagi pengguna dalam menghadapi risiko kerusakan tidak disengaja yang termasuk dalam cakupan program.

Sementara itu, ASUS Vivobook Classic mendapatkan peningkatan perlindungan menjadi hingga dua tahun Garansi Internasional dan dua tahun ASUS VIP Perfect Warranty. Kebijakan tersebut melengkapi pengembangan produk Vivobook yang menyasar konsumen dengan kebutuhan komputasi sehari-hari, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga pekerja muda.

Peningkatan garansi ini berjalan seiring dengan perluasan jaringan layanan resmi ASUS. Perusahaan menyebutkan telah memiliki 141 titik layanan di Indonesia, dengan jangkauan layanan internasional di lebih dari 90 negara.

Untuk pengguna ASUS Zenbook, ProArt, dan ROG, perusahaan juga menyediakan ASUS Premium Service yang mencakup sejumlah fasilitas tambahan. Layanan Fastlane ditujukan untuk mempercepat proses kunjungan servis, sedangkan Free Round-Trip Shipping memberikan fasilitas penjemputan dan pengiriman kembali laptop dari rumah menuju pusat layanan.

ASUS turut menyediakan Laptop Spa, yakni layanan perawatan perangkat secara berkala untuk membantu membersihkan debu dan kotoran. Penggantian pasta termal dapat dilakukan apabila diperlukan sesuai hasil pemeriksaan teknisi.

Selain laptop, ekosistem aksesori ASUS juga memperoleh peningkatan perlindungan. Perusahaan memberikan garansi penggantian yang ditanggung 100 persen selama satu tahun untuk kendala fungsional pada aksesori yang memenuhi ketentuan, dengan pengecualian untuk produk backpack.

Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan pendekatan ASUS yang tidak hanya bertumpu pada penjualan perangkat, tetapi juga pada pengalaman konsumen setelah produk digunakan. Dalam industri teknologi yang kompetitif, dukungan purnajual menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika memilih perangkat untuk pemakaian jangka panjang.

Uji Ketahanan Jadi Bagian dari Strategi Kualitas

Komitmen terhadap kualitas produk juga ditampilkan melalui demonstrasi ketahanan laptop di area durability test. Pengunjung dapat melihat simulasi pengujian terhadap berbagai kondisi, termasuk guncangan, perubahan suhu ekstrem, kelembapan, dan tekanan udara rendah.

Pengujian tersebut mengacu pada standar MIL-STD 810H, yang digunakan untuk mengevaluasi ketahanan perangkat terhadap kondisi lingkungan tertentu. Meski demikian, hasil pengujian laboratorium tidak berarti perangkat kebal terhadap seluruh jenis kerusakan dalam penggunaan sehari-hari.

ASUS menempatkan aspek ketahanan sebagai salah satu nilai yang ditawarkan kepada konsumen, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Pelajar, pekerja profesional, hingga kreator konten membutuhkan laptop yang dapat menunjang aktivitas di berbagai lokasi tanpa mengabaikan aspek keandalan perangkat.

Pada lini Zenbook, ASUS juga mengandalkan material Ceraluminum untuk mendukung desain yang tipis dan ringan. Penggunaan material tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menggabungkan portabilitas, estetika, dan daya tahan dalam satu perangkat.

Pick Your Vibe, Gabungkan Produktivitas dan Gaya Personal

Selain aspek performa dan ketahanan, ASUS menyoroti kebutuhan konsumen terhadap desain yang sesuai dengan karakter masing-masing. Melalui pendekatan Pick Your Vibe, perusahaan menghadirkan pilihan laptop dan aksesori dengan variasi warna yang lebih beragam.

ASUS Vivobook 14 dan ASUS Vivobook Go 14 menjadi bagian dari lini yang menyasar pengguna dengan kebutuhan komputasi praktis. Keduanya tersedia dalam tiga pilihan warna yang dirancang untuk memberikan keleluasaan kepada konsumen dalam menentukan perangkat sesuai preferensi.

Strategi tersebut juga diperluas ke kategori aksesori melalui ASUS Marshmallow Keyboard KW100 dan ASUS Marshmallow Mouse MD100. Keduanya menggunakan konektivitas nirkabel serta desain ringkas dengan tombol yang dirancang untuk menghasilkan suara lebih senyap.

Pilihan warna Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green memungkinkan pengguna memadukan aksesori dengan warna laptop yang dimiliki.

Bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan ketika bekerja dalam durasi panjang, ASUS menyediakan SmartO Mouse MD200. Perangkat ini memiliki desain ergonomis dengan sandaran ibu jari dan sensor berpresisi tinggi untuk mendukung aktivitas kerja, perkuliahan, maupun pembuatan konten.

Pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa strategi produk ASUS mencakup lebih dari sekadar peningkatan spesifikasi teknis. Perusahaan juga berupaya menghadirkan pengalaman penggunaan yang mempertimbangkan desain, kenyamanan, dan preferensi konsumen.

Perluas Portofolio Laptop AI

Pengembangan kecerdasan buatan menjadi salah satu fokus utama ASUS dalam memperkuat portofolio produknya. Perusahaan menghadirkan laptop yang dilengkapi Neural Processing Unit (NPU), komponen khusus untuk menangani komputasi AI secara lebih efisien.

Pada sejumlah varian ASUS Zenbook dan Vivobook S Series, kemampuan NPU diklaim mencapai lebih dari 50 triliun operasi per detik atau TOPS, bahkan hingga 80 TOPS pada varian tertinggi.

Kemampuan tersebut melampaui ambang minimum 40 TOPS yang ditetapkan Microsoft untuk NPU pada perangkat Copilot+ PC. Namun, status sebagai Copilot+ PC tetap bergantung pada pemenuhan keseluruhan persyaratan perangkat keras dan perangkat lunak yang ditentukan Microsoft.

Keberadaan NPU memungkinkan sebagian beban kerja AI diproses melalui unit khusus, sehingga tidak seluruh tugas harus ditangani CPU atau GPU. Pembagian beban kerja ini berpotensi membantu efisiensi energi, khususnya untuk fitur AI yang dapat dijalankan secara lokal.

ASUS juga menghadirkan tombol Copilot pada keyboard untuk mempermudah akses ke asisten AI. Di sisi lain, aplikasi ASUS Virtual Assistant Omni menawarkan fungsi chatbot AI yang dapat berjalan secara offline, sehingga pengguna dapat memanfaatkan sejumlah fitur tanpa harus terus terhubung ke internet.

Perusahaan turut memperkenalkan ASUS Zenni Claw, platform AI Agent yang dirancang untuk menangani tugas lebih kompleks dibandingkan percakapan chatbot biasa. Platform tersebut dapat membantu pengguna menyusun tahapan pekerjaan dan menjalankan sejumlah tugas melalui kemampuan ASUS Skills.

Contoh penggunaan yang diperkenalkan meliputi pembuatan draf presentasi, penyusunan rencana perjalanan, hingga perangkuman berita harian. Pemrosesan dapat dilakukan melalui perangkat lokal, layanan cloud, atau kombinasi keduanya, bergantung pada kebutuhan dan konfigurasi pengguna.

Pendekatan tersebut memberikan pilihan kepada konsumen dalam menyeimbangkan kemampuan komputasi, kecepatan pemrosesan, dan privasi data. Kendati demikian, tingkat privasi dan keamanan tetap bergantung pada konfigurasi sistem, aplikasi yang digunakan, serta pengelolaan data selama proses berlangsung.

ProArt P14 dan P16 Bidik Kreator Profesional

Sorotan lain dalam acara di Bandung adalah ASUS ProArt P14 dan ASUS ProArt P16, yang diperkenalkan pada 20 Oktober 2026. Kedua laptop tersebut ditujukan bagi kreator profesional yang membutuhkan perangkat portabel dengan kemampuan pemrosesan AI dan pengolahan konten berperforma tinggi.

Keduanya dilengkapi layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED yang dirancang untuk mendukung kebutuhan visual, termasuk pekerjaan yang menuntut detail gambar dan reproduksi warna akurat.

Perangkat ini menggunakan NVIDIA RTX Spark, dengan konfigurasi yang menggabungkan GPU 6.144 core dan CPU 20 core dalam satu sistem Unified Memory. Kapasitas memori terpadu yang ditawarkan mencapai 64 GB pada ProArt P14 dan 128 GB pada ProArt P16.

Arsitektur tersebut ditujukan untuk mendukung pengoperasian model AI generatif dan alur kerja berbasis AI Agent secara lokal. Dengan pemrosesan di perangkat, pengguna dapat menjalankan pekerjaan tertentu tanpa harus mengirimkan dokumen proyek ke layanan eksternal, selama model dan aplikasi yang digunakan mendukung pemrosesan lokal.

Dalam demonstrasi, ASUS memperlihatkan penggunaan Hermes Agent untuk membantu pekerjaan kreatif. Sistem tersebut ditunjukkan mampu membaca berkas dalam folder proyek, merangkum materi dari klien, kemudian menyusun draf naskah atau teks untuk kebutuhan konten ke dalam berkas baru.

Kemampuan ini berpotensi membantu kreator mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan administratif dan tahap awal produksi konten. Pengguna tetap perlu meninjau hasil yang dibuat AI untuk memastikan akurasi informasi, kesesuaian gaya, dan kualitas akhir materi.

Untuk produksi video, ASUS menampilkan DaVinci Resolve Studio yang memanfaatkan kemampuan GPU dan memori terpadu guna mendukung pengolahan materi beresolusi tinggi, termasuk alur kerja hingga 8K sesuai kebutuhan proyek dan konfigurasi yang digunakan.

ASUS juga memperlihatkan ASUS Virtual Assistant Omni sebagai contoh penerapan asisten AI offline dalam ekosistem perangkatnya.

Perusahaan menjelaskan bahwa Hermes Agent beserta model AI yang digunakan tidak terpasang secara bawaan. Pengguna perlu mengunduh dan mengonfigurasi perangkat lunak tersebut secara mandiri sesuai kebutuhan proyek dan kompatibilitas sistem.

Dari sisi mobilitas, ASUS ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,4 kilogram, sedangkan ProArt P16 sekitar 1,7 kilogram. Keduanya juga diklaim telah melewati pengujian ketahanan MIL-STD 810H serta memperoleh perlindungan hingga tiga tahun Garansi Internasional dan tiga tahun ASUS VIP Perfect Warranty sesuai ketentuan yang berlaku.

Kombinasi tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan kreator yang menginginkan kemampuan komputasi AI lokal tanpa harus selalu bergantung pada infrastruktur cloud.

Persaingan Laptop Bergeser ke Ekosistem dan Layanan

Melalui rangkaian produk dan program tersebut, ASUS memperlihatkan strategi yang mencakup tiga aspek utama, yakni kualitas perangkat, layanan setelah pembelian, dan pengembangan kemampuan AI.

Peningkatan garansi memberikan nilai tambah dari sisi perlindungan konsumen, sementara perluasan jaringan layanan membantu mendukung kebutuhan perawatan perangkat. Pada saat yang sama, pengembangan laptop AI membuka peluang pemanfaatan teknologi baru untuk pekerjaan profesional, pendidikan, dan industri kreatif.

Bagi konsumen, kombinasi spesifikasi, ketahanan, dukungan teknis, dan kenyamanan penggunaan menjadi faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan pilihan laptop. Sementara bagi produsen, kemampuan membangun ekosistem produk dan layanan yang konsisten menjadi salah satu elemen penting dalam mempertahankan daya saing.

Melalui program No.1 Quality & Service dan pengembangan portofolio laptop AI, ASUS berupaya memperkuat posisinya di pasar Indonesia dengan menawarkan perangkat yang tidak hanya berorientasi pada performa, tetapi juga pada dukungan penggunaan jangka panjang.***