EKBISindo.com – Ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Bandung Tahun 2025 tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk melahirkan duta pariwisata yang mampu mempromosikan daerah. Dari 110 pendaftar, kini tersisa 30 finalis yang akan menjalani tahapan seleksi menuju Grand Final November mendatang. Mereka diharapkan bisa menjadi wajah baru promosi wisata Kabupaten Bandung di ranah digital.
“Di era saat ini strategi promosi pariwisata sudah bergeser ke media sosial. Mau travelling atau kulineran yang pertama dilakukan pasti buka medsos. Oleh karenanya saya sangat mendorong para generasi muda yang tergabung dalam Pamoja untuk mengoptimalkan promosi pariwisata melalui media sosial,” ajak Kepala Disparekraf Wawan Ahmad Ridwan, S.STP., M.Si disela Audisi Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Bandung Tahun 2025 di Gedong Budaya Soreang, Senin (29/9).
Sebagai Duta Pariwisata, Kadis Parekraf berharap Pamoja fokus pada peran sebagai influencer serta memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk sadar wisata.
Baca Juga: Strategi Cerdas Mengelola Investasi Saat Pasar Modal Dihantam Gejolak Politik Global
“Mojang Jajaka adalah duta yang bertugas memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata daerahnya serta mendorong generasi muda untuk sadar wisata dengan harapan tercipta iklim yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan pariwisata di Kabupaten Bandung,” harapnya.
Sementara itu, pelaksanaan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Bandung Tahun 2025 telah sampai ditahap audisi. Sebanyak 30 peserta mengikuti tes kesehatan hingga wawancara.
“Untuk total pendaftar ada 110, terdiri dari 37 jajaka dan mojang sebanyak 73 orang. Setelah proses seleksi mulai dari kesehatan hingga wawancara untuk menguji pengetahuan dasar tentang potensi daerah, tersisa 30 orang atau 15 pasang moka,” ucap Ketua Panitia Pasanggiri Moka Kabupaten Bandung, Muchammad Dikha Kusdiana.
Baca Juga: BRI melalui YBM BRILiaN Hadirkan Akses Air Bersih dan Paket Pendidikan untuk Warga Jabar
Ia juga menyampaikan, peserta yang tersisa akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi hingga Grand Final di November nanti.
“Jika tidak ada kendala para peserta akan mengikuti Saba Desa, pra karantina, photo shoot dan unjuk kabisa di Oktober ini. Sedangkan karantina dan Grand Final insya allah akan dilaksanakan di bulan November mendatang,” pungkasnya.***






