EKBISindo.com – Indeks saham menjadi salah satu acuan penting dalam memantau perkembangan pasar modal. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks saham digunakan untuk mengukur kinerja harga dari sekelompok saham berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan.
Salah satu indeks yang paling dikenal adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks ini mencakup seluruh saham yang tercatat di BEI dan sering dijadikan indikator utama untuk melihat tren pasar secara keseluruhan. Pergerakan IHSG mencerminkan kondisi pasar modal, baik dari sisi sentimen investor maupun perkembangan ekonomi.
BACA JUGA: Transformasi Pasar Modal Indonesia Menuju Investasi Berkelanjutan
Selain IHSG, BEI juga memiliki sejumlah indeks lain yang lebih spesifik, antara lain:
-
LQ45, yang terdiri dari 45 saham dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat.
-
IDX30 dan IDX80, yang mengelompokkan saham-saham unggulan dalam jumlah berbeda.
-
Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang memuat saham-saham sesuai prinsip syariah.
-
SRI-KEHATI dan indeks berbasis ESG, yang fokus pada perusahaan berkelanjutan.
-
IDX High Dividend 20, yang berisi saham dengan pembagian dividen tinggi.
BACA JUGA: Pasar Saham Bergolak Akibat Konflik Global, Ini Strategi Bertahan bagi Investor Indonesia
Indeks saham memiliki peran penting bagi pelaku pasar. Bagi investor, indeks dapat digunakan sebagai tolok ukur (benchmark) untuk membandingkan kinerja portofolio. Selain itu, indeks juga membantu mengidentifikasi saham-saham yang masuk dalam kategori unggulan atau sesuai kriteria investasi tertentu.
Dengan memahami indeks saham, investor dapat lebih mudah dalam menyusun strategi investasi, memantau kinerja pasar, dan menentukan pilihan saham yang sesuai dengan tujuan keuangan maupun profil risiko.***








